Pahami Soal Asuransi untuk Penyakit Kritis Sebelum Membelinya

Dewasa ini, jumlah orang yang mengidap penyakit kritis semakin banyak dijumpai. Hal ini bukan cuma karena riwayat kesehatan keluarga ataupun faktor genetika, namun juga karena faktor gaya hidup. Riset WHO bahkan menunjukkan tingkat kematian masyarakat Indonesia karena penyakit kritis sudah lebih dari 70% (Viva.com). Maka dari itu, memiliki asuransi terbaik untuk penyakit kritis menjadi penting; terutama bagi Anda yang punya gaya hidup kurang sehat dan risiko tinggi berpenyakit kritis dari histori keluarga.


Dengan punya perlindungan penyakit kritis, Anda akan sangat terbantu mulai saat Anda terdiagnosis penyakit kritis sampai memerlukan biaya pengobatan dan perawatan sakit itu, yang tentunya tidak murah. Pun andaikan hingga akhir masa pertanggungan Anda tidak pernah terdiagnosis dengan penyakit kritis apa pun, dana premi yang sudah Anda setorkan bisa Anda tarik kembali. Menarik, bukan?

Memilih Asuransi yang Tepat untuk Sakit Kritis

Asuransi penyakit kritis tersedia dalam beberapa jenis produk. Ada yang ‘hanya’ mencakup perlindungan atas beberapa penyakit kritis, namun ada pula yang melindungi hingga puluhan penyakit dalam satu polis. Untuk itu, Anda perlu terlebih dahulu melakukan riset tentang cakupan perlindungan serta peraturan dan ketentuan yang nanti akan memiliki efek saat Anda akan mengklaim pertanggungan asuransi tersebut.

Tips mudah menyortir produk asuransi penyakit kritis bisa dimulai dengan mencari produk yang mencakup penyakit kritis dari riwayat kesehatan keluarga Anda. Namun jika keluarga Anda bersih dari riwayat penyakit kritis, Anda bisa mencari produk yang menanggung perlindungan untuk beberapa penyakit kritis paling mematikan, seperti jantung, stroke, dan kanker.

Beberapa hal lain yang dapat menjadi bahan pertimbangan adalah:


-       Besaran premi. Selepas mendapatkan kandidat produk asuransi dengan manfaat yang maksimal, langkah selanjutnya Anda perlu mempertimbangkan soal besaran premi yang dikenakan. Sebab, kewajiban ini perlu Anda tunaikan secara rutin (entah setiap bulan, semester, ataupun tahun) hingga akhir masa wajib bayar. Untuk itulah, perhitungan yang klop sesuai dengan kemampuan finansial Anda harus diperhatikan.


-          Isi polis. Tiap-tiap polis asuransi tentu punya ketentuan dan syarat tertentu. Memerhatikan apa yang boleh dan tidak boleh, juga apa yang tercakup dan tidak sebelum menandatanganinya juga dapat membantu Anda memperoleh manfaat dengan maksimal nantinya. Selain itu, memahami isi polis dengan saksama juga bisa membantu Anda ketika ada perselisihan paham dengan perusahaan asuransi di kemudian hari.


-          Kredibilitas perusahaan. Yang tak boleh terlupakan adalah kredibilitas perusahaan penyedia asuransi. Sebab, jaminan dana Anda berada di tangan yang tepat ditentukan oleh kredibilitas itu. Anda bisa mengecek track record juga nama perusahaan tersebut di lembaga resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan sampai, produk yang terlihat baik itu bukan dari pihak tepercaya.

Itulah dia ulasan tentang produk asuransi penyakit kritis. Apakah informasi di atas cukup membantu Anda?

Post a Comment

0 Comments