Cermati Pemakaian Masker pada Bayi sebab Dapat Berefek Bahaya

Pada saat Epidemi COVID-19 seperti saat ini, pemakaian masker adalah hal yang harus dilaksanakan di luar rumah. Walaupun demikian, pemakaian masker ini cuma ditujukan buat mereka yang dapat melepasnya dengan cara mandiri atau berumur di atas 2 tahun.

Menurut dokter ahli anak Caessar Pronocitro, bayi di bawah umur dua tahun mempunyai efek tinggi pemakaian masker sebab belum dapat melepas maskernya sendiri.



"Bayi bisa tercekik atau kehabisan napas," katanya dalam webminar vaksinasi RSPI Bintaro Jaya, waktu lalu.

Untuk alternatif masker, imbuhnya, bayi dapat diletakkan di kereta bayi atau stroller yang mempunyai penutup buat membuat perlindungan bayi bila harus keluar dari rumah untuk imunisasi atau hal penting yang lain.

Larangan Pada Masker Tidak Cuma untuk Bayi

Dikutip dari ABC, bayi serta balita jangan menggunakan masker sebab mereka dapat mati lemas. Hal sama berlaku untuk siapapun yang alami kesusahan melepas masker tanpa ada pertolongan.

Di lain sisi, buat orang yang bisa menggunakan serta melepas masker dengan cara mandiri, karena itu masker tidak mempunyai efek jelek yang berbahaya untuk kesehatan. Sebaliknya masker bisa membuat perlindungan dari paparan virus, kata pakar.

Di beberapa daerah dimana COVID-19 menebar, beberapa pakar kesehatan sepakat jika menggunakan masker atau penutup muka yang lain di muka umum menolong kurangi efek penebaran virus.

19 menebar lewat tetesan atau droplet yang dikeluarkan saat orang bicara, ketawa, menyanyi, batuk, serta bersin.

Masker turunkan peluang tetesan itu capai seseorang. Serta bila seorang tidak mempunyai tanda-tanda, orang itu masih bisa bawa virus serta menebarkannya.

"Saat udara lembap, kemungkinan berasa semakin susah untuk bernapas bila Anda tidak terlatih menggunakan masker," kata Benjamin Neuman, seorang profesor biologi di Texas A&M University-Texarkana.

Tetapi, ia menjelaskan masker tidak kurangi oksigen pada tubuh terlalu berlebih.

"Badan lumayan baik dalam sesuaikan untuk jaga kandungan oksigen dalam tempat yang semestinya," tuturnya.

Davidson Hamer, seorang pakar penyakit menyebar di Kampus Boston menjelaskan, tidak ada bukti jika pemakaian masker mengakibatkan infeksi jamur atau bakteri. Masker sekali gunakan ditujukan untuk dipakai sekali, lalu dibuang ke tempat sampah. Sedang, masker kain, seharusnya dicuci dengan teratur.

"Kenakan masker kemungkinan tidak nyaman, tapi petinggi kesehatan menjelaskan Anda harus meredam kemauan untuk sentuh muka Anda. Itu dapat bawa kuman dari tangan Anda ke hidung, mulut, atau mata," pungkasnya.

Post a Comment

0 Comments